Rabu, 07 Agustus 2019

Cara instal debian 10 berbasis CLI

Cara install Debian berbasis CLI

Sebelum Menginstal Linux Debian berbasis teks, kita perlu tahu apa yang dimaksud dengan CLI. CLI (Command Line Interface) merupakan interface pada sebuah sistem operasi yang menggunakan basis perintah berupa text dimana kita hanya dapat berinteraksi dengan sistem operasi menggunakan tombol tombol keyboard saja.
Dalam penerapannya, CLI biasanya digunakan untuk server jaringan, Hosting Web, administrasi, keamanan, dan masih banyak lagi.
Dari ulasan diatas saya, akan memberikan tutorial bagaimana caranya menginstal Linux Debian di VirtualBox. Berikut adalah langkah langkahnya
  1. Buka Virtual Box dan Klik “Buat” untuk menginstal DebianDebian1
  2. Beri nama untuk sistem operasi yang akan dibuat lalu tentukan tipe dan versi dari sistem operasi yang akan dibuat, selanjutnya klik “Lanjut”Debian2
  3. Tentukan ukuran dari memori (RAM) danukuran yang disarankan, klik “Lanjut” Debian3
  4. Pilih “Buat Harddisk virtual sekarang” dan tentukan tipe dari harddisk tersebut, pilih tipe “VDI (VirtualBox Disk Image)” lalu Alokasikan Harddisk secara Dinamik serta tentukan ukuran hardisk virtual tersebutDebian4Debian5Debian6Debian7
  5. Klik “Mulai” untuk memulai penginstalan Sistem Operasi Debian, selanjutnya pilih file sistem operasi debian untuk melakukan proses penginstalan dan setelah itu klik “Mulai”Debian8Debian9Debian10Debian11
  6. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah, disini hanya keyboard saja yang bisa digunakan sebagai navigasi. Tekan “Enter” pada “Install” karena kita akan menginstak debian yang berbasis teks (CLI)Debian12
  7. Pilih bahasa yang akan digunakan untuk proses penginstalan, pilih lokasi, dan juga konfigurasi keyboard dengan tekan “Enter” setelah memilih. Bisa dilihat dibagian bawah terdapat petunjuk penggunaan navigasi untuk penginstalan. Selanjutnya tunggu dulu beberapa saatDebian13Debian14Debian15Debian16
  8. Lalu lakukan konfigurasi jaringan dengan mengisi alamat server, Nama Host, dan Nama Domain. Untuk penulisan nama domain harus ditambahkan misalkan “.com”Debian17Debian18Debian19
  9. Tentukan nama pengguna dan juga buatlah passwordDebian20 Debian21Debian22Debian24Debian25
  10. Pilih zona waktu dimana tempat anda tinggal, ini tergantung dari bahasa yang dipilih,lalu tunggu beberapa saat. Misalkan anda memili United State makan yang mucnul adlah zona waktu seperti dibawah ini.
  11. Debian26Debian27
  12. Selanjutnya kita harus melakukan Partisi disk, pilih opsi “Use entire disk” dimana kita memilih menggunakan disk yang sudah ada, lalu pilih “all file in one partition” yang direkomendasikan oleh sistem dan selanjutnya simpan dan selesaikan partisiDebian28Debian29Debian30Debian31
  13. Jika terdapat pertanyaan seperti dibawah maka pilih jawaban “yes” untuk menyimpan perubahan dan tunggu beberapa saatDebian32Debian33
  14. Setelah itu akan terdapat pertanyaan apakah kita akan pindai CD atau DVD lain, Pilih opsi jawaban “no”.Debian34
  15. Lalu akan ada pertanyaan lagi akapah kita akan melanjutkan penginstalan dengan menggunakan sebuah network mirror atau tidak, untuk itu pilih “Yes” dan tunggu beberapa saat untuk peginstalan software.Debian35Debian36
  16. Lakukan pemilihan software dengan meng”enter” “standard system utilities” dan selanjutnya pilih “Continue”.Debian37
  17. Instal GRUB boot loader pada Harddisk dengan memilih opsi kedua yaitu /dev/sda (ata-VBOX_HARDDISK_VBc9d6c9cb)Debian38
  18. Untuk menyelasaikan instalasi Debian klik “Continue”Debian39
  19. Lalu akan muncul tampilan seperti dibawahDebian40
  20. Login dan isi password yang terlah dibuat tadi, dan penginstalan debian sudah selesaiDebian41

Perbedaan super akun dan akun biasa

Perbedaan Super Akun Dan Akun Biasa

  •    User biasa merupakan user yang memiliki hak akses hanya pada bagian direktori“/home”. Misalnya Anda memiliki user biasa dengan username “apriani”, maka tidak direktori usernya berada di direktori“/home” dengan lokasi “/home/apriani”., dengan demikian user “apriani” (user biasa) tersebut hanya dapat mengakses sepenuhnya terhadap direktori“/home/apriani”.
  •   Super user atau biasa disebut user rootmerupakan user yang memiliki hak akses penuh terhadap system, baik direktori user biasa maupun direktori system lainnya. Cakupan yang dapat diakses oleh user root yakni semua direktori sistem antara lain:
o   Direktori “/bin”
o   Direktori “/boot”
o   Direktori “/dev”
o   Direktori “/etc”
o   Direktori “/home”
o   Direktori “/lib”
o   Direktori “/media”
o   Direktori “/mnt”
o   Direktori “/opt”
o   Direktori “/proc”
o   Direktori “/root”
o   Direktori “/sbin”
o   Direktori “/selinix”
o   Direktori “/srv”
o   Direktori “/sys”
o   Direktori “/tmp”
o   Direktori “/usr”
o   Direktori “/var”
Selain dari hal tersebut, user root juga memiliki alokasi direktori user tersendiri yaitu berada pada direktori “/root”.
Untuk mengidentifikasi bahwa Anda telah login sebagai user biasa atau super user (user root) yaitu dari simbol Prompt Shell. Jika Anda login sebagai User biasa maka padaPrompt Shell bersimbol “$” dan jika Anda login sebagai user root (super user) maka maka Prompt Shell  bersimbol “#”. Berikut contoh prompt shellnya:
lubna@server01:~$
-->> Anda login sebagai user biasa
root@server01:~#
-->> Anda login sebagai user root (super user)
Perlu diketahui bahwa untuk melakukan instalasi ataupun hal-hal yang berhubungan dengan akses System, maka dibutuhkan autentikasi user root (super use), user biasa tidak dapat melakukan instalasi ataupun akses system Linux. 

Komentar